Pengungkapan mengenai “Jeffrey Epstein Files” oleh Departemen Kehakiman AS memunculkan banyak pertanyaan tentang siapa saja tokoh yang disebut dalam dokumen tersebut. Berkas ini berisi lebih dari 2.000 video dan 180.000 gambar yang sebagian besar berupa konten eksplisit,[QUOTE_0]] yang disita dari berbagai perangkat milik Epstein.
Melalui email yang ditemukan, tampak bahwa Epstein menjalin komunikasi dengan banyak tokoh penting. Wakil Jaksa Agung, Todd Blance, mengonfirmasi pada Jumat (30/1/2026) bahwa lebih dari 3 juta halaman dokumen terkait Epstein telah dirilis, menunjukkan keterlibatan dan dampak politik dari kasusnya pada pemerintahan Trump.
Epstein, yang dikenal sebagai pelaku kejahatan keuangan dan seksual, memiliki perusahaan keuangan yang mengelola aset bernilai miliaran dolar. Hubungannya dengan tokoh-tokoh seperti mantan Pangeran Andrew dari Inggris, Donald Trump, dan mantan Presiden AS, Bill Clinton, semakin memperumit kasusnya. Pada 2019, Epstein terlibat dalam skandal perdagangan seks dan ditahan di Bandara Teterboro, New Jersey.




