Internasional

Ketegasan D-8 Diharapkan dalam Merespon Serangan

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menekankan pentingnya sikap tegas dari organisasi D-8 dalam mengutuk serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel kepada Iran pada tanggal 28 Februari. Ia menyatakan bahwa kecaman dari D-8 dapat menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas regional.

Dalam konferensi pers yang diadakan di kediamannya di Jakarta, Dubes Boroujerdi menyampaikan bahwa Iran sangat berharap negara-negara anggota D-8 dapat memberikan dukungan konkret yang diperlukan untuk deeskalasi. “Berkaitan dengan D-8, kami ingin agar organisasi penting ini secara kuat dan tegas memberikan kutukan kepada penyerangan yang terjadi oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap negara kami,” ujar Dubes Boroujerdi.

Lebih lanjut, Dubes Boroujerdi menjelaskan bahwa langkah pertama yang bisa diambil oleh anggota D-8 adalah mengeluarkan pernyataan tegas yang mengutuk serangan tersebut. “Kutukan yang keras dan serius adalah langkah pertama. Setelah kutukan disampaikan, kami baru bisa mengambil langkah berikutnya,” harapnya, agar D-8 bisa memberikan pernyataan kutukan serius terhadap agresi yang dialami Iran.

Pada Sabtu (28/2), Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang merupakan serangan kedua setelah serangan sebelumnya pada Juni 2025. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa tindakan ini bertujuan untuk melindungi warga AS dari ancaman pengembangan senjata nuklir di Iran.

D-8, sebagai organisasi yang mewakili kerjasama ekonomi negara berkembang, terdiri dari negara-negara seperti Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turki, dan Azerbaijan. Indonesia berencana menjadi tuan rumah KTT ke-12 D-8 di Jakarta pada April 2026, di mana pertemuan ini akan didahului oleh pertemuan tingkat tinggi lainnya. KTT tersebut akan mengangkat tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama”.